FILSAFAT PENDIDIKAN HINDU



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Filsafat adalah pertanyaan dan bukan penyataan. Gagasan ini memberikan petunjuk, bahwa filsafat pada hakikatnya adalah bertanya dan terus bertanya guna mendapatkan jawaban yang mendalam (sedalam-dalamnya), luas (seluas-luasnya) mengenai suatu realitas, ide atau konsep yang bersifat fundamental. Begitu pula ketika kita membicarakan mengenai pendidikan dalam sebuah konsep yang perlu digali secara mendalam, maka filsafat pendidikan akan menjadi jawaban untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan.

WEDA SMERTI

Smrti adalah juga tergolong Weda, karena kedudukannya disamakan dengan Weda (Sruti). Di
dalam Manawa Dharmasastra. II. 10. Disebutkan : Srutistu wedo wijňeyo dharmaśastram tu wai smrtih te sarwãrtheswamimămsye tăbhyăm dharmohi nirbabhau (Artinya : Sesungguhnya Sruti adalah Weda dan Smrti adalah dharmasastra; keduanya tidak boleh diragukan karena keduanya adalah sumber dari hukum suci. Dan ketentuan itu jelas bahwa Dharmasastra berusaha menunjukkan tingkat kedudukan Smrti sama dengan Sruti. Dalam beberapa terjemahan, istilah Smrti itu kadang-kadang mengandung banyak arti seperti, beberapa pengertian smerti adalah sebagai berikut :
a)      Sejenis kelompok buku Weda yang lahir dan ingatan.
b)      Nama untuk menyebutkan tradisi yang bersumber pada kebiasaan yang disebut di dalam Weda (Mds. II. 12.).

SEJARAH DESA ADAT APUH-SEBATU

Menggali sejarah Desa Pakraman Apuh sangat sulit sekali, penyebab utamanya adalah tidak adanya sumber yang tertulis secara pasti dan bernilai sesuai dengan kebutuhan. Akan tetapi karena keadaan yang menghendaki, maka menggunakan cerita dari warisan turun temurun dan cerita dari orang suci, dicoba untuk menyusun dalam bentuk yang sangat sederhana.
            Berdasarkan tradisi dan pelaksanaan upacara yang dilaksanakan di Desa Pakraman Apuh mengikuti pelaksanaan Upacara di Desa Pakraman Sebatu, Maka diperkirakan bahwa Desa pakraman Apuh merupakan serpihan atau bagian dari Desa Pakraman Sebatu.

PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES MEMANUSIAKAN MANUSIA

Pendidikan sebagai prroses pemanusiaan manusia merupakan hal yang di kemukakan dalam salah satu teori belajar yakni teori humanistik. Dalam teori ini lebih menekankan pada isi daripada proses, yang disesuaikan dengan minat, bakat, kemampuan serta kebutuhan belajar anak dan potensi lingkungan. Teori ini bersifat elektif, artinya dapat memanfaatkan teknik atau teori belajar apapun asal tujuan belajar siswa dapat tercapai. Teori belajar humanistik berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang si belajar bukan dari sudut pandang pendidik. Sehingga, dalam penerapan teori ini pendidik membantu siswa dalam mengembangkan dirinya (self actualization). Dalam hal ini pendidik sebagai fasilitator, sedangkan anak didik berperan sebagai pelaku utama (student center). Anak didik memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri dan diharapkan dapat mengenali serta mengembangkan potensinya secara positif.

TUMPEK LANDEP: BENARKAH MERUPAKAN OTONAN MOTOR?

            Agama dan Budaya seakan menjadi dualitas yang tidak dapat dipisahkan dalam realitaskehidupan masyarakat Hindu Indonesia pada umumnya dan Hindu Bali pada khususnya. Ajaran agama Hindu yang mengacu pada ajaran Weda lebih banyak terealisasi dalam wujud upacara yang sudah berlangsung secara turun-tumurun. Berbagai upacara terus mewarnai kehidupan masyarakat Hindu Bali sebagai ucapan syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Salah satu upacara yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali atas dasar perhitungan Wewaran dan Pawukon adalah Tumpek Landep, yaitu jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Landep.

HATHA YOGA

            Salah satu cabang yoga adalah Hatha Yoga dengan fokus pada fostur fisik yang disebut asana dan tekhnik pernafasan atau pranayama. Hatha Yoga berfokus pada tekhnik asana (postur), pranayama (olah nafas), bandha (kuncian), mudra (gesture), serta relaksasi yang mendalam. Berbagai macam gerakan yang disertai cara bernafas yang benar dipercaya dapat meningkatkan kekuatan dan kelenturan, meredakan ketegangan, serta memberikan energi baru pada tubuh. Konsep Hatha Yoga diperkenalkan dalam dua teks buku Hatha Yoga Pradipika dan Geranda Samhita yang bersumber dari Yoga Sutra Patanjali.

MEMAHAMI MAKNA SOMA RIBEK

Sebagai umat Hindu, memang tidak lepas dari upacara. Hal ini dikarenakan kerangka dasar agama Hindu terdiri dari Tattwa (filsafat), Susila (Etika), dan Upacara itu sendiri. upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu ada yang berdasarkan perhitungan pawukon dan ada pula yang berdasarkan perhitungan sasih. Yang berdasarkan perhitungan pawukon datangnya setiap enam bulan sekali, sedangkan yang berdasarkan sasih datangnya setiap satu tahun sekali.

WEDA SRUTI

Kelompok Śruti, menurut Bhagawan Manu merupakan Weda yang sebenarnya, atau Weda originair. Menurut sifat isinya Weda ini dibagi batas tiga bagian, yaitu : a). Bagian Mantra; b). Bagian Brahmana (Karma Kanda); c). Bagian Upanisad/Aranyaka (Jńăna kanda). Adapun isi masing-masing bagian ini adalah sebagai berikut :

GURU YANG PROFESIONAL ADALAH GURU YANG BERKUALITAS

BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Dewasa ini, perkembangan yang terjadi begitu pesatnya, terutama di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Semua negara berlomba-lomba untuk menunjukkan bahwa mereka lebih unggul daripada negara yang lain. Segala sesuatu dibuat sedemikian mudah dan praktis digunakan, yang membuat manusia semakin dimanjakan. Yang Dana besar tidak segan-segan digelontorkan oleh tiap negara demi menciptakan suatu teknologi yang mendapat pengakuan dari negara lain. Tentunya semua teknologi canggih tercipta seirama dengan semakin majunya di bidang ilmu pengetahuan, berbagai penelitian dilakukan untuk mengungkap fenomena-fenomena yang masih terselubung. Hal ini sangat mengagumkan mengingat bagaimana tekun dan giatnya para peneliti walaupun kadang membutuhkan waktu lebih dari umur mereka untuk menguak suatu fenomena. Hasilnya seperti yang disaksikan sekarang berbagai teori bermunculan yang menjadi modal pencptaan teknologi baru dan menjadi dasar bagi pengembangan potensi generasi muda.

TIPS MENGATASI KEMARAHAN

Kemarahan merupakan sesuatu yang secara khodrati pernah dialami oleh setiap manusia. Dalam sebuah situasi yang membuat suasana hati tidak senang dan membuat tekanan darah meningkat pasti kemarahan akan muncul. Dalam agama Hindu, kemarahan yang disebut "Krodha" merupakan salah satu bagian dari Sadripu, yaitu enam musuh yang ada dalam diri manusia selain Kama, Lobha, Moha, Mada, dan Matsarya.