Sebagaimana yang disebutkan dalam
salah satu sifat Atman bahwa Atman adalah sumber kehidupan yang bersifat abadi
dan tidak akan pernah mengalami fase kematian. Atman akan terus hidup baik itu
di dalam maupun di luar makhluk hidup. Sebagaimana kalau berada di dalam tubu
makhluk hidup atman disebut dengan istilah yang berbeda, sebutan untuk Jiwatman
untuk yang bersemayam pada tubuh manusia, sebutan Janggama jika bersemayam pada
binatang dan sebutan Stavara untuk yang bersemayam pada tumbuh-tumbuhan. Keabadian
Atman memang tidak akan terlihat ketika Atman telah berada di dalam makhluk
hidup karena dipengaruhi oleh unsur Panca Maha Butha sebagai penyusun tubuh
yang akan memberikan sifat maya pada Atman itu sendiri. Begitupula ketika Atman
yang semula bersemayam pada tubuh makhluk hidup kemudian pergi meninggalkan
tubuh itu karena adanya fase kematian pada badan kasar tersebut maka Atman akan
mengalami suatu keadaan setelah kematian itu yang tentunya tidak mampu
diketahui oleh manusia normal tanpa memiliki kekuatan supra natural.