Kemarahan
merupakan sesuatu yang secara khodrati pernah dialami oleh setiap manusia. Dalam
sebuah situasi yang membuat suasana hati tidak senang dan membuat tekanan darah
meningkat pasti kemarahan akan muncul. Dalam agama Hindu, kemarahan yang
disebut "Krodha" merupakan
salah satu bagian dari Sadripu, yaitu enam musuh yang ada dalam diri manusia
selain Kama, Lobha, Moha, Mada, dan Matsarya.
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
STOP MAKAN!
Apabila terjadi gejala ini
Dari penglasifikasian makhluk
hidup berdasarkan jenis makanan yang dikonsumsi manusia termasuk golongan Omnivora (pemakan segala), akan tetapi
dalam kenyataannya tidak semua makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh, bahkan
apabila tetap dikonsumsi akan menyebabkan munculnya beberapa gejala tidak
normal pada tubuh. Terlebih bagi para pelaku Yoga secara rutin, biasanya tanpa
disadari makanan yang sebelumnya biasa dimakan tiba-tiba ketika dimakan
menyebabkan muncul beberapa gejala tadi. Hal ini terjadi karena tubuh
menyesuaikan sendiri antara kebutuhannya dengan makanan yang manusia konsumsi. Sebagaimana
diketahui pula bahwa setiap makanan memiliki kandungan nutrisi yang berbeda,
misalnya saja kandungan nutrisi pada daging ayam akan berbeda dengan nutrisi
pada ikan. Dan sebagai ilustrasi seumpama tubuh sudah tidak membutuhkan lagi
nutrisi daging ayam maka kapanpun manusia menonsumsinya akan menyebabkan muncul
beberapa gejala.
1.
Mual
Semua orang pernah mengalami mual
tentunya, karena secara umum mual itu terjadi karena:
·
Penyakit akibat virus, seperti gastroenteritis
·
Keracunan
makanan
·
Stres, gugup, atau masalah mental lainnya
seperti depresi atau gangguan panik
·
Obat-obatan seperti antibiotic, pil penunda
kehamilan, dan obat jantung
·
Migrain/sakit kepala sebelah
·
Serangan jantung
·
Stroke
·
Cedera kepala
·
Alkohol, penyalahgunaan obat atau putus obat
·
Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia
·
Efek samping terapi radiasi
Dari semua penyebab itu, mual yang dibahas pada artikel ini adalah
lebih menukik pada poin ke-2, yaitu karena keracuann makanan. Keracunan makanan
terjadi tidak saja karena mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi zat beracun,
tetapi bisa juga karena kelebihan memakan satu jenis makanan atau karena
nutrisi makanan tersebut sudah tidak dibutuhkan tubuh. Apabila mual yang
terjadi cukup parah dapat memicu terjadinya "muntah", yaitu keluarnya
makanan yang telah dikonsumsi melalui mulut. Muntah yang hanya terjadi sekali
tidak akan terlalu menujukkan pengaruh pada tubuh, akan tetapi apabila
berlangsung secara berlartu-larut akan menyebabkan tubuh lemas, pucat, dan
bahkan dehidrasi.
2.
Gatal
Gatal adalah sebuah sensasi tidak
nyaman pada kulit yang terasa seolah-olah ada sesuatu yang merayap di kulit,
dan membuat orang ingin menggaruk daerah yang terkena. Pada umumnya gatal
disebabkan oleh:
·
Kulit Kering
·
Penyakit kulit dan Ruam
·
Penyakit dalam
·
Gangguan saraf
·
Iritasi dan reaksi
alergi
·
Obat kehamilan
Dari semua
penyebab gatal tersebut, yang lebih ditekankan terkait makanan adalah poin ke-5
yaitu karena reaksi alergi. Seperti penjelasana sebelumnya, bahwa terkadang
tubuh tidak lagi memerlukan nutrisi dari suatu makanan, dan apabila tetap
dikonsumsi akan menyebabkan tubuh kelebihan suatu zat apakah itu vitamin,
protein atau apa yang kemudia akan menyebabkan reaksi pada tubuh seperti
munculnya gatal pada seluruh tubuh.
3.
Diare (Mencret)
Diare (mencret) adalah defekasi
encer lebih dari tiga kali sehari dengan atau tanpa darah dan atau lendir dalam
tinja (Suharyono,1999 : 51), diare biasanya akan sangat menganggu aktivitas dan
membuat orang mendadak berkeinginan untuk menjadi orang rumahan, karena tidak
berani jauh dari toilet. Secara umum beberapa penyebab diare adalah:
·
Infeksi oleh bakteri, virus atau parasit
·
Alergi terhadap makanan atau obat-obatan
tertentu
·
Infeksi oleh bakteri atau virus
Dari ke-3
penyebab tersebut, poin ke-2 menjadi perhatian pada artikel ini, yaitu diare
karena alergi terhadap makanan, yaitu tubuh sudah tidak memerlukan jenis
makanan yang dikonsumsi, sehingga lambung tidak akan mencerna dengan maksimal,
yang kemudian menyebabkan muncul mekanisme tidak normal dalam tubuh yaitu
terjadi gangguan sekresi dan gangguan gerak usus, dan hal ini akan dibahas satu
persatu. Gangguan osmotic terjadi karena makanan atau zat nan terdapat dalam
makanan tak bisa diserap oleh tubuh dan menyebabkan tekanan osmotic. Tekanan
osmotic ini terjadi pada rongga usus, dan apabila tekanan osmotic ini meninggi
maka elektrolit dan air akan bergeser, hal ini menyebabkan isi rongga usus
menjadi hiperbola dan tentu saja merangsang usus buat mengeluarkan suatu hal
nan tak menjadi porsinya. Hal ini lah nan memicu terjadinya diare. Gangguan
sekresi terjadi dampak adanya hal nan mengganggu pada dinding usus, misalnya
racun, racun akan merangsang dinding usus dan berlanjut terjadi peningkatan air
ke rongga usus, usus penuh dan terjadi diare. Yang terakhir ialah gangguan
gerak usus, gerakan hiperperistaltik pada usus akan menyebabkan usus kurang
optimal dalam menyerap makanan sehingga terjadi diare. (http://www.binasyifa.com/099/71/25/mekanisme-terjadinya-diare.htm,
06 Oktober 2015).
Demikianlah
beberapa gejala yang dapat saya tuliskan terkait gejala yang akan muncul
apabila tubuh tidak lagi membutuhkan asupan makanan tertentu, semoga bermanfaat
dan kita semua selalu dalam keadaan sehat.
JANGAN GAGAL BANGUN PAGI
Bangun
pagi merupakan sebuah rutinitas yang selalu dialami oleh manusia normal,
sebagaimana manusia megistirahatkan badannya pada malam hari dan kembali
bersiap digunakan untuk beraktivitas di pagi hari. Tetapi tidak semua orang mampu
bangun pagi, dan bahkan bagi orang tertentu bangun pagi adalah hal yang sangat
menyebalkan mengingat keadaan dingin yang membuat semakin enak menarik selimut,
kantuk semakin menjadi-jadi dan mata berat untuk dibuka. Bangun pagi yang baik
adalah sebelum matahari terbit sekitar jam 04.00-05.00 pagi, atau dalam istilah
hindu dikenal dengan “Brahma Muhurta”. Manfaat yang bisa dirasakan apabila
bangun pagi adalah tubuh menjadi lebih segar, kepala tidak pusing, pikiran
lebih tenang dan tidak gampang sakit. Persoalannya, kembali seperti si atas
banyak pihak yang merasakan bangun pagi itu berat, terlebih ketika hari libur,
sudah pasti rencana dari ahri sebelumnya adalah bangun sesiang-siangnya.
Perlu disadari bahwa ketika tubuh
tertidur pada saat sandi kala (pergantian waktu), kira-kira jam 06.00 pagi, jam
12.00 siang, dan jam 06.00 sore bisa menyebabkan kondisi tubuh melemah, hal ini
dikarenakan pada waktu itu energi yang ada dalam tubuh diserap oleh energi
matahari. Terlebih bagi yang kondisinya memang tidak fit bisa saja langsung
jatuh sakit dan kondisi tubuh makin melemah. Namun itulah fenomena yang terjadi
terutama bagi kalangan anak muda yang belum memiliki tanggungan hidup, bangun
pagi seakan-akan menjadi musuh terbesar yang dihadapi. Bagaimana tidak, banyak
anak muda yang suka begadang sekarang ini, dalam seminggu mungkin hanya sekali
dua kali tidurnya di bawah jam 12, selebihnya tidur jam 1, jam 2, atau diatas
itu. Apalagi kalau ada acara yang sangat menarik di TV, sebut saja sepak bola
yang menyiarkan pertandingan di dini hari, ataupun dengan pertandingan moto GP
yang berlangsung tengah malam hal ini semakin membuat semangat anak muda untuk
begdang membesar. Tidur jam 05.00 pagi dan bangun jam 10.00 seakan sudah
menjadi kebiasaan dan bahkan ada yang tidak mampu tidur sebelum jam 05.00 pagi.
Kegagalan bangun pagi seakan sudah
mentradisi bagi sebagian anak muda, padahal jika ditinjau dari segi kesehatan,
aktivitas begadang dan selalu bangun siang sangat tidak baik. Pertama, perlu
diketahui bahwa sel darah merah membelah dan bertambah volumenya berlangsung
tiap tengah malam (jam 12.00 malam), apabila tubuh ini tidak diistirahatkan
maka kapan kesempatan memperbanyak volume sel darah merah akan berlangsung.
Kedua, begadang akan menyebabkan konsentrasi menjadi berkurang sehingga
seseorang akan kesulitan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu. Ketiga, dengan
bangun siang akan mengurangi mood dan semangat dalam menjalankan aktivitas di
siang hari dan hal lainnya. Perlu dibiasakan agar tidur paling lambat jam 11.00
malam dan paling bagus jam 10.00 malam, kemudian bangunlah jam 05.00 atau
bahkan bila mampu jam 04.00 pagi akan lebih baik. pertama-tama memang sulit
untuk melakukan kebiasaan baik ini, tetapi itu memang alami dan dari hasil
survey seorang ahli, dikatakan pembiasaan itu tidak membutuhkan waktu yang
lama, hanya 21 hari. Jadi apabila rutin memaksakan diri bangun pagi selama 21
hari selebihnya tanpa disuruh badan akan terbangun. Untuk bisa bangun pagi juga
sebelum tidur berpesanlah pada diri “BESOK BANGUNKAN SAYA JAM 05.00” atau waktu
yang lain yang diinginkan, maka secara alami akan terbangun.
Pertama-tama memang terasa berat
bangun pagi, dingin, ngantuk dan tidak ada kegiatan sering menjadi alasan.
Namun, apabila ingin hidup sehat coba saja lakukan dari sekarang bangun pagi
dan jangan begadang, terlebih bisa melakukan Yoga Rutin di pagi hari, pikiran
akan sangat tenang, konsentrasi dan mood dalam menjalani aktivitas menjadi
sangat baik. saya tidak berteori, saya menulis berdasarkan pengalaman, coba
buktikan! Biasakan tidur jam 10.00 malam bangun jam 05.00 pagi jangan
sebaliknya tidur jam 05.00 pagi bangun jam 10.00 pagi. Salam sehat! (Rudi)
Langganan:
Postingan (Atom)
