Sebagai negara yang religius dan
mengakui nilai-nilai ketuhanan, negara Indonesia menghargai hak-hak tiap warga
negaranya untuk memeluk agama sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
Ada enam agama yang diakui di Indonesia (hingga artikel ini ditulis), yaitu
Islam, Hindu, Buda, Kristen, Katolik, dan Konghucu. Dari enam agama tersebut
agama Islam merupakan agama dengan pemeluk terbanyak. Dan Hindu merupakan agama
yang paling kental dengan tradisi, budaya serta kearifan local.
Tampilkan postingan dengan label RERAHINAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RERAHINAN. Tampilkan semua postingan
AGAMA, TRADISI DAN BUDAYA (Nyepi di Tengah Badai Covid-19)
Sebagai negara yang religius dan
mengakui nilai-nilai ketuhanan, negara Indonesia menghargai hak-hak tiap warga
negaranya untuk memeluk agama sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing.
Ada enam agama yang diakui di Indonesia (hingga artikel ini ditulis), yaitu
Islam, Hindu, Buda, Kristen, Katolik, dan Konghucu. Dari enam agama tersebut
agama Islam merupakan agama dengan pemeluk terbanyak. Dan Hindu merupakan agama
yang paling kental dengan tradisi, budaya serta kearifan local.TUMPEK LANDEP: BENARKAH MERUPAKAN OTONAN MOTOR?
Agama dan Budaya
seakan menjadi dualitas yang tidak dapat dipisahkan dalam realitaskehidupan
masyarakat Hindu Indonesia pada umumnya dan Hindu Bali pada khususnya. Ajaran agama
Hindu yang mengacu pada ajaran Weda lebih banyak terealisasi dalam wujud
upacara yang sudah berlangsung secara turun-tumurun. Berbagai upacara terus
mewarnai kehidupan masyarakat Hindu Bali sebagai ucapan syukur kehadapan Ida
Sang Hyang Widhi Wasa. Salah satu upacara yang dilaksanakan setiap enam bulan
sekali atas dasar perhitungan Wewaran dan Pawukon adalah Tumpek Landep, yaitu
jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Landep.MEMAHAMI MAKNA SOMA RIBEK
Sebagai umat
Hindu, memang tidak lepas dari upacara. Hal ini dikarenakan kerangka dasar
agama Hindu terdiri dari Tattwa
(filsafat), Susila (Etika), dan
Upacara itu sendiri. upacara yang dilaksanakan oleh umat Hindu ada yang
berdasarkan perhitungan pawukon dan
ada pula yang berdasarkan perhitungan sasih.
Yang berdasarkan perhitungan pawukon
datangnya setiap enam bulan sekali, sedangkan yang berdasarkan sasih datangnya setiap satu tahun
sekali.
Langganan:
Postingan (Atom)